Diet yang aman untuk menyusui - Banyak wanita tidak dapat mengharapkan untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan. Meski pada masa itu, seorang wanita membutuhkan banyak energi untuk menyusui bayinya yang baru lahir.
![]() |
| Ibu menyusui |
Pada saat menyusui, diet sehat dan seimbang menjadi sangat penting. Ibu menyusui harus terdiri dari makanan yang kaya karbohidrat seperti nasi, aneka sayuran dan buah-buahan, dan makanan yang mengandung protein dan produk susu.
Baca juga : dokter khitan pekanbaru
Diet yang aman untuk menyusui - alodokter
Makanan yang Direkomendasikan
Berbagai jenis makanan yang direkomendasikan antara lain:
Buah Minimal dalam diet ibu menyusui adalah konsumsi buah atau jus dua kali sehari. Jeruk merupakan sumber vitamin C yang bisa menyuplai energi atau jenis blueberry yang banyak mengandung vitamin dan mineral.
Kacang dan biji. Terutama memilih warna gelap seperti kacang merah, sebagai sumber protein nabati sekaligus kaya zat besi.
Beras merah Jenis beras ini bisa memberi kalori yang dibutuhkan tubuh, sekaligus mendukung produksi susu yang berkualitas dan baik.
Produk susu rendah lemak. Misalnya yoghurt, keju dan susu. Susu mengandung protein, kalsium, vitamin B dan vitamin D, yang penting bagi pertumbuhan tulang bayi. Saat Anda minum susu minimal 600 cc sehari, kebutuhan kalsium dan bayi Anda akan terpenuhi.
Daging ramping Kandungan zat besi, protein dan vitamin B12 di dalamnya dapat memuaskan energi yang dibutuhkan ibu selama menyusui.
Ikan salmon. Kaya kandungan lemak DHA sangat penting bagi pertumbuhan sistem saraf bayi sekaligus sumber energi yang baik bagi sang ibu.
Telur. Sebagai sumber protein itu mudah ditemukan. Anda bisa merebus, menggoreng, mencampurnya dengan salad atau membuat telur orak-arik untuk menu Anda.
Roti gandum utuh atau sereal gandum utuh. Kandungan asam folat merupakan nutrisi penting bagi kebutuhan produksi susu. Produk ini juga tinggi kandungan serat dan zat besi.
Sayuran hijau. Kandungan vitamin A, vitamin C, zat besi dan kalsium sangat baik untuk bayi dan ibu menyusui. Selain itu, sayuran juga kaya akan antioksidan dan rendah kalori sangat baik untuk jantung.
Kebutuhan Kalori
Secara umum, ibu menyusui membutuhkan lebih banyak kalori per hari, yaitu 400-500 kalori tambahan dibandingkan wanita yang tidak menyusui. Hal lain yang perlu diingat adalah bahwa setiap wanita memiliki kebutuhan kalori yang berbeda berdasarkan hal berikut:
Berat
Metabolisme tubuh
Frekuensi pemberian makanan bayi
Intensitas Olahraga
Selain jumlah kalori, ibu menyusui dapat membuat kelaparan mereka sebagai petunjuk tentang berapa banyak asupan makanan yang dibutuhkan.
Yang tak kalah penting bagi ibu menyusui adalah menjaga cairan tubuh sesuai. Cairan juga bisa didapat dari susu atau jus. Namun, untuk minuman berkafein seperti kopi atau teh, bataskan 2-3 gelas per hari.
Berapa Banyak Berat Badan yang Bisa Anda Turunkan?
Ibu menyusui bisa kehilangan kelebihan berat badannya selama kehamilan. Pengurangan sekitar 0,5 sampai 1 kg per minggu diklasifikasikan sebagai aman terhadap produksi ASI.
Menggabungkan diet sehat dengan olahraga ringan bisa mengurangi berat ibu menyusui dengan rata-rata 0,5 kg per minggu. Keduanya lebih efektif daripada diet rendah kalori selama menyusui. Hal itu bisa meningkatkan intensitas latihan, terutama 6-8 minggu setelah melahirkan. Dengan cara ini, Anda bisa menurunkan berat badan secara bertahap dalam setahun dan ini jauh lebih aman bagi ibu menyusui. Akibat turunnya jumlah asupan kalori dan berat badan yang dikhawatirkan akan mendadak berdampak pada produksi susu.
Melihat waktu yang tepat untuk memulai diet juga penting. Program penurunan berat badan untuk ibu menyusui harus dimulai setelah bayi berusia dua bulan untuk menghindari kekurangan energi dan produksi susu. Jika ibu kelebihan berat badan atau obesitas, berkonsultasilah dengan dokter Anda kemungkinan memulai proses penurunan berat badan lebih cepat.
Cara terbaik adalah menghindari diet ibu menyusui yang mengurangi banyak kalori atau menyebabkan berat badan turun drastis karena dapat mempengaruhi produksi susu. Oleskan diet sehat dan olahraga secara rutin. Jika perlu, konsultasikan ke dokter untuk diet yang harus dilakukan saat menyusui.

0 komentar:
Posting Komentar